STORIES SO FAR
MY FIRST CAMPAIGN
Setelah
menjalani pertandingan pra musim 2012/2013 dengan hasil yang cukup memuaskan maka
saya nyatakan bahwa tim yang saya tangani ini siap untuk mengarungi kerasnya
kompetisi Barclays Premier League.
Karena
saya masih belum ahli dalam meramu taktik akhirnya saya memutuskan untuk
mendownload taktik yang sudah teruji di salah satu forum yang berdiskusi
mengenai football manager yaitu http://www.fm-base.co.uk/forum/football-manager-2013-tactics-training/116711-fm13-possession-tactic-barcelona-tiki-taka-domination-extreme-4-3-2-1-passion4fm.html
yup, tiki taka. alasannya mudah karena saya menganut filosofi permainan dimana
tim yang saya tangani untuk dapat mengontrol jalannya pertandingan maka taktik
ini sangat cocok bagi saya ditambah lagi atribut pemain yang saya miliki dapat
dikatakan mumpuni untuk mengadopsi taktik tersebut. Meskipun saya mengadopsi
taktik tersebut tentu tidak serta merta saya menelan mentah mentah taktik
tersebut. Ada sedikit modifikasi yang saya lakukan supaya saya dapat lebih
memaksimalkan pemain saya. Inilah hasil hasil pertandingan saya selama musim
2012/2013.
PREMIER LEAGUE
Awal
musim dimulai dengan kemenangan kemenangan 3-0 atas West Bromwich Albion dan
4-0 atas Fulham, namun sayang dua kemenangan tersebut tidak bisa menjadi
jaminan bahwa Arsenal dapat memenangi laga berikutnya sehingga kami harus
menerima kekalahan 1-2 dari Newcastle meskipun kami unggul terlebih dahulu pada
menit 7 melalui tembakan jarak jauh Santi Cazorla. Kekalahan tersebut lantas
membakar semangat tim sehingga kami dapat meraih 2 kemenangan di laga
berikutnya.
Pertandingan
yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Pada matchday 5 kami harus berhadapan
dengan tim yang difavoritkan untuk menjadi juara Barclays premier league yaitu
Manchester United. Pemenang dari pertandingan penting inilah yang akan mendapat
momentum untuk menjaga peluang juara. Manchester United difavoritkan untuk
memenangi laga ini karena mereka akan bermain di kandang mereka sendiri yaitu
Old Trafford. Hal ini sedikit menurunkan mental pemain kami terlihat ketika
babak pertama beberapa pemain arsenal tampak grogi di babak pertama meskipun
tampak mendominasi. Babak pertama pun berakhir dengan skor 2-0, hasil yang
nyaman bagi tuan rumah. Jeda istirahat menjadi waktu yang tepat bagi saya untuk
memotivasi para pemain karena mereka bermain baik namun kurang beruntung dalam
segi penyelesaian. Saya juga memarahi beberapa pemain yang tampil kurang
maksimal dan hasilnya para pemain menjadi lebih bersemangat untuk memulai babak
kedua. Babak kedua pun dimulai. Saya menginstruksikan pemain untuk lebih sabar
dan tetap kompak. Hingga menit 75 kami masih tertinggal 2-0 dan Manchester
United tampak sudah nyaman dengan hasil tersebut. Saya menjadi agak was-was
namun momen yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dia adalah Olivier Giroud yang
menipiskan kedudukan menjadi 2-1 pada menit 79 dengan sundulan yang mematikan
setelah menerima umpan silang dari Santi Cazorla. Goal tersebut menjadi
penyemangat tim untuk tampil lebih menyerang lagi. Ketika waktu berjalan 85
menit saya sudah mulai merelakan bahwa pada pertandingan ini kami akan kalah,
namun pemain saya tampak semakin menggebu-gebu mencari goal penyeimbang dan
pemain Manchester United tampak mulai kewalahan dan mulai tampak tegang hingga
banyak melakukan kesalahan sendiri. Tekel keras pada Olivier giroud di luar
kotak penalty menjadi ganjaran bagi mereka. Pada menit 86, Santi Cazorla-lah
yang menjadi penyelamat tim melalui tendangan bebasnya yang berjarak 5 meter
dari luar kotak penalty setelah Giroud dijatuhkan. Santi Cazorla menendang bola
dengan sangat keras melewati pagar betis hingga David De Gea tidak dapat
menghalau bola yang melaju dengan deras ke gawangnya dan goal penyeibang pun
tercipta, sebuah tendangan bebas yang cantik dari seorang Santiago Cazorla.
Setelah goal tersebut anak asuh saya masih berusaha mencari goal kemenangan,
tapi apa daya energi mereka tidak memungkinkan karena sudah terkuras untuk
mengejar gol penyeimbang. Saya pun bangga terhadap anak asuh saya karena telah
bermain dan berusaha hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil yang cukup
memuaskan dan dapat menjadi pendorong tim untuk menjalani musim 2012/2013.
Setelah
pertandingan melawan MU tersebut tim asuhan saya tidak terkalahkan selama 19
pertandingan beruntun, namun kualitas kami diuji pada pertengahan bulan
desember hingga akhir desember dimana kami hanya dapat meraih satu kemenangan
dari 4 laga dari hasil 2 kali kalah dan 1 kali imbang. Premier League sendiri
akhirnya dapat dimenangkan oleh tim asuhan saya setelah sekian tahun tidak
memegang piala bergengsi ini
CAPITAL ONE CUP
Perjalanan
tim pun berlanjut ke pentas Capital One cup dimana akhirnya Arsenal berhasil
menjuarai trophy bergengsi setelah penantian panjang akan gelar. Diharapkan
dengan memenangkan trophy ini dapat mendorong semangat pemain untuk mengejar
gelar gelar lainnya. Perjalanan Arsenal pada Capital One Cup tidaklah mudah
meskipun pada awal awal laga hanya melawan tim divisi bawah dengan meraih
kemenangan 3-1 atas Sheffield. Undian babak berikutnya pun tampak kurang
bersahabat karena Arsenal Harus menghadapi salah satu rivalnya yaitu Liverpool,
namun pemain yang sedang on-fire karena sedang dalam masa kemenangan beruntun
dan belum terkalahkan setelah imbang dari MU, Arsenal akhirnya keluar sebagai
pemenang setelah menyingkirkan rivalnya Liverpool dalam ajang Capital One Cup
dengan skor akhir 1-4 di Anfield markas Liverpool.
Setelah
mengalahkan Liverpool, lagi-lagi Arsenal harus bertemu dengan tim Merseyside
lainnya yaitu Everton. Pertandingan berlangsung sengit di Emirates Stadium
markas Arsenal, hingga menit 80 belum ada satu goal pun tercipta. Ketika
Everton sudah mulai nyaman dan yakin bahwa pertandingan akan berakhir imbang,
dialah Lukas Podolski atau sering dipanggil Prince Poldi yang mencetak gol
kemenangan dan sebagai gol semata wayang di pertandingan tersebut pada menit 86.
Pada
ronde berikutnya lagi lagi Arsenal harus menghadapi lawan yang berat yaitu
Manchester City tim yang memiliki kekuatan financial tinggi setelah diambil
alih kepemilikannya oleh juragan minyak dari Dubai Syeikh Mansour. Tim paling
berat yang harus dihadapi karena mereka memiliki kedalaman skuad yang sangat
bagus dan memiliki banyak pemain berkualitas. Undian mengatakan bahwa
pertandingan akan diadakan di kandang kami Emirates Stadium. Berbekal dukungan
dari para supporter tentu kami tidak ingin mengecewakan para supporter yang
sudah hadir, namun ternyata tim kami kalah dari superioritas Manchester City
yang bermain menekan hingga kami dipaksa untuk menelan kekalahan di babak
pertama. Babak kedua terjadi kejar mengejar skor hingga pada menit 90 anak asuh
saya masih tertinggal skor 2-3, namun lagi lagi anak asuh saya menunjukkan
semangat yang pantang menyerah hingga detik akhir pertandingan. Ketika laga
mendekati waktu akhir dan Manchester City sudah mulai akan merayakan
kemenangannya terjadilah drama. Melalui skema serangan balik cepat Podolski
yang tinggal berhadapan dengan satu pemain bertahan dan penjaga gawang
dijatuhkan di kotak penalty, dan wasit pun menunjuk titik putih. Dengan tenang
Podolsky menendang bola dengan keras sehingga memaksa pertandingan untuk
diulang di Etihad Stadium kandang Manchester City. Sebuah harga yang harus
dibayar mahal oleh Manchester City karena pada laga ulangan mereka harus rela
dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri setelah menelan kekalahan 2-4. Aktor
dari laga ini tidak lain adalah Olivier Giroud yang mencetak 2 gol dan pemain
masa depan Arsenal, Leandro Paredes. Pada saat pertandingan dimulai tampak barisan
belakang Manchester City tidak siap sehingga mereka dihukum oleh bocah
argentina bernama Leandro Paredes yang mencetak golnya hanya dalam waktu kurang
dari satu menit setelah kick off.
Final
yang ditunggu akhirnya tiba. Arsenal yang berkesempatan mengakhiri puasa
gelarnya pun tampil beringas pada laga ini, namun kokohnya barisan pertahanan
Fulham mengisyaratkan bahwa mereka memang pantas berada di final dengan
memberikan perlawanan pada skema permainan kami. Pada menit 33, pemuda Meksiko,
Carlos Fierro, yang lolos dari jebakan offside menggiring bola dan mencetak gol
pembuka sekaligus menjadi gol satu satunya di laga ini. Sebenarnya keputusan
yang agak sedikit bertaruh karena memainkan striker kedua yaitu Carlos Fierro
dan memilih tidak memainkan striker utama yaitu Olivier Giroud karena sudah
jelas secara usia Giroud lebih matang dan siap mental untuk dimainkan dalam pertandingan
sebesar ini, namun berbekal keyakinan saya terhadap pemain saya bahwa semua
pemain yang datang ke klub ini pantas untuk dimainkan ketika dibutuhkan, hingga
saya memutuskan untuk member kepercayaan kepada pemain muda saya untuk berada
di starting line-up. Carlos Fierro akhirnya membayar kepercayaan saya dengan
mencetak gol kemenangan di laga final ini. Lagipula saya juga mempertimbangkan
kebugaran Olivier Giroud yang sudah pasti harus saya turunkan dalam laga North
London derby melawan Tottenham 3 hari ke depan dan itu bekerja dengan baik
karena dalam laga Derby Olivier Giroud juga mencetak satu satunya gol di
pertandingan tersebut.
FA CUP
Sayang
sungguh disayang kesuksesan Arsenal di Capital One Cup tidak dibarengi dengan
kesuksesan di ajang FA Cup. Setelah sukses menumbangkan Machester United di
perempat final melalui 2 gol dari abou diaby, Arsenal harus menerima kekalahan
pahit di semi final melawan tetangga dari Manchester United yaitu Manchester
City. Laga ini pun menjadi layaknya sebuah laga balas dendam karena sebelumnya Arsenal-lah
yang menyingkirkan Manchester City pada laga semifinal Capital One Cup, namun
pada laga Premier League Arsenal kembali membalaskan dendamnya atas kekalahan
di semifinal FA Cup. FA cup sendiri akhirnya dimenangkan oleh Manchester City.
UEFA CHAMPIONS LEAGUE
Kiprah
Arsenal pada Champions League musim ini amat mengejutkan mengingat expektasi
musim ini minimal bisa mencapai perempat final, namun siapa yang menyangka
bahwa Arsenal bisa melaju hingga ke final meskipun harus menjalani laga yang
sangat berat.
Pada
babak perempat final Arsenal dipaksa berhadapan dengan calon kuat juara Liga
Champions yaitu Barcelona. Banyak pengamat mengatakan bahwa Arsenal tidak akan
dapat melewati hadangan Barcelona, begitu juga para supporter yang menyuarakan
suara pesimis mengingat superioritas Barcelona begitu jauh di atas Arsenal. Berkaca
pada situasi di dunia nyata nampaknya ada satu kelemahan yang dapat
dieksploitasi dari Barcelona yaitu mereka lemah dalam duel duel udara karena factor
tinggi badan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh anak asuh saya yang saya
instruksikan untuk memberikan umpan silang melambung kepada Olivier Giroud yang
secara matematis akan lebih sering memenangkan duel udara karena tinggi
badannya 192cm. Ini terbukti dengan 2 gol Giroud di Camp Nou dan 1 gol-nya di
Emirates yang menunjukkan bahwa Giroud memang menjadi momok yang menakutkan
bagi barisan pertahanan Barcelona. Seluruh gol Giroud pada laga tersebut
berawal dari umpan silang melambung yang kebanyakan gagal dipotong oleh pemain
bertahan Barcelona.
Semifinal
menjadi laga yang berat bagi Arsenal karena harus bertemu raksasa Spanyol
lainnya Real Madrid dengan sang mega bintangnya Cristiano Ronaldo. Laga pertama
bisa dikatakan kami diuntungkan dengan kondisi Cristiano Ronaldo yang kurang
prima, namun kami kalah secara teknis karena pemain Real Madrid memiliki
tingkat agresifitas yang tinggi terbukti pemain kami tidak diberikan ruang
untuk bergerak dengan bola dengan melakukan tekel keras pada pemain kami yang
membawa bola sehingga babak pertama menjadi milik Real Madrid dengan skor 2-1. Babak
kedua terjadi sedikit perubahan dimana kami menjadi sedikit dominan karena
stamina kami di babak pertama tidak terlalu terkuras untuk mengejar permain
yang membawa bola, namun kebalikannya dengan Real Madrid mereka tampak lelah
dan kelelahan itulah yang saya coba eksploitasi dengan bertaruh memasukkan Theo
Walcott yang memiliki kecepatan tinggi hal ini terbukti efektif karena
kebanyakan pemain bertahan Real Madrid yang dengan mudahnya dilewati oleh Theo
Walcott pada saat ia menggiring bola. Lagi-lagi pemain bertahan lawan tampak
mulai ceroboh, hasilnya Theo Walcott berhasil melakukan penetrasi ke dalam
kotak penalty pada menit 90 yang memaksa Sergio Ramos untuk melanggarnya di
kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih dan Sergio Ramos pun harus rela
diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Sang wakil kapten
arsenal Mikel Arteta pun dengan tenang mengambil tendangan penalty dan mencetak
goal penyeimbang sehingga skor berakhir 2-2 hasil imbang yang krusial mengingat
Arsenal tidak diunggulkan sama sekali di awal laga.
Pada
leg kedua pertandingan berjalan sengit karena Real Madrid butuh kemenangan
sedangkan Arsenal hanya butuh hasil imbang 0-0 atau 1-1 untuk lolos ke final. Saya
menginstruksikan anak asuh saya untuk tetap bermain hati hati namun tetap
mengincar kemenangan supaya dapat memastikan satu langkah menuju final, namun
apa daya penyelesaian yang kurang tenang dan kegemilangan penjaga gawang Real
Madrid Iker Cassillas memaksa skor tetap kacamata hingga peluit panjang
dibunyikan. Arsenal akhirnya melaju ke Final.
Pertandingan
Final Champions League membuat saya sedikit frustasi karena Tim lawan Juventus bermain terlalu ke dalam dan tampak seperti parkir
bus dengan menumpuk pemain di lini pertahanan dan hanya menyisakan satu pemain
di lini penyerangan. Melalui pergerakan cerdik dari Kierran Gibbs yang tidak
terkawal di sisi kanan pertahanan Juventus akhirnya Arsenal berhasil mencuri
gol pertamanya pada menit 12. Pada menit
27 blunder fatal dilakukan oleh para pemain Arsenal. Alih-alih menambah
gol demi memantapkan papan skor, mereka justru kehilangan bola ketika berhasil
mengurung pertahanan Juventus. Umpan jauh pun akhirnya dilakukan oleh pemain
bertahan Juventus yang mengarah pada Sebastian Giovinco yang lolos dari kawalan
Thomas Vermaelen dan menyisakan penjaga gawang Wojciech Szczesny. Giovinco
dengan cerdiknya mengelabuhi penjaga gawang yang sudah maju sangat jauh
meninggalkan gawangnya dengan tendangan lob. Skor berubah 1-1. Mengetahui posisinya
belum aman anak asuh saya akhirnya terus menggedor pertahanan juventus, namun pemain
Arsenal tampak mulai Frustasi karena kesulitan membongkar pertahanan Juventus
yang kokoh dan penjaga gawang yang tampil gemilang, hingga beberapa pemain
membuang-buang peluang dengan melakukan tembakan jarak jauh. Saya dipaksa untuk
berpikir keras karena pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Akhirnya saya
pun memutuskan untuk bertaruh dengan melakukan banyak umpan-umpan silang dari
kedua bek sayap saya mengingat saya memiliki striker yang berpostur tubuh
tinggi. Rasa frustasi saya bertambah karena hingga menit 89 dari sekian banyak
umpang silang yang dilakukan tidak ada satupun yang menemui sasaran. Semuanya berhasil
dipotong dan dibuang oleh bek bek dari Juventus. Pada 1 dari 4 menit terakhir
injury time ketika saya mulai menyiapkan strategi untuk babak extra time, terjadi
sebuah keajaiban. Berawal dari pergerakan Bacary Sagna yang menggiring bola
hingga mencapai garis gawang, Sagna mengirimkan umpan crossing terukur yang
berhasil diraih oleh striker Olivier Giroud dengan sundulan kerasnya yang
terarah sehingga menyudahi perlawanan Juventus pada laga final.
Giroud
sukses menutup musim pertamanya bagi Arsenal dengan golnya yang ke 44. Gol yang
amat emosional mengingat umpan crossing itu adalah satu-satunya dari sekian
banyak umpan crossing yang berhasil tepat mengenai sasarannya. Arsenal pun
menutup musim dengan gelar pertamanya dalam sejarah UEFA Champions League. Dengan
ini Arsenal sukses meraih treble winners setelah menjalani musim musim yang berat.
Season Summary
Tahun
pertama yang berat yang jalani sebagai seorang manajer debutant tim sepakbola. Beberapa
kali saya dibuat frustasi karena rencana saya tidak berjalan mulus. Musim yang
menegangkan mengingat beberapa kali tim saya hampir mengalami kekalahan namun
tertolong oleh gol gol telat yang menjadi momentum kebangkitan bagi tim. Tercatat
ada lebih dari 25 gol diciptakan oleh tim saya pada menit 80+ yang menunjukkan
bahwa tim saya memang memiliki tekad yang kuat untuk meraih kemenangan dan
berjuang hingga peluit akhir dibunyikan. Banyak momen momen magis yang terjadi
di lapangan yang membuat saya sendiri tidak dapat mempercayainya. Karena ketika
saya yang bertindak sebagai seorang manager sudah hampir putus asa, anak asuh
saya justru meyakinkan saya bahwa mereka ingin memberikan penghargaan kepada saya
yang telah member mereka kepercayaan di lapangan dengan berjuang hingga akhir. Jika
musim ini kami sering melakukan comeback maka saya berencana untuk mengatur
strategi supaya tim saya tidak sering mengalami ketinggalan skor dan menjadi
lebih dominan dalam tiap pertandingannya.
Setelah
musim 2012/2013 berakhir Olivier Giroud resmi menjadi top skor club musim ini
dengan raihan 44 gol dari 45 laga dan Santiago Cazorla menjadi penyumbang
assist terbanyak musim ini dengan 20 assist dari 47 laga
Olivier
Giroud akhirnya dinobatkan oleh para supporter sebagai Fans Player of The Year
setelah serangkaian penampilan impresifnya sepanjang musim
Musim
2012/2013 adalah musim yang akan diingat oleh para supporter Arsenal karena
musim inilah awal momentum kebangkitan Club kebanggaan mereka.
Terima
kasih telah membaca cerita saya. Cerita mengenai musim musim lainnya akan saya
ceritakan di postingan postingan selanjutnya J








Tidak ada komentar:
Posting Komentar